Saturday, 5 November 2016

Mengabadikan cinta
Wuihh, dahsyat kali headline kita kali ini yak moms. Sesuatu yang kita impikan tapi terlihat sulit untuk dicapai. Ya, karena hukum alam, mother nature, sunatullah, tak ada yang abadi, kecuali Pencipta kita.semua makhluk ciptaan Allah akan melalui rangkaian siklus yang berujung pada akhirat. Ingatkah moms, bahwa ada hari dimana kehidupan dunia dan alam semesta akan berakhir. Saat kita berdiri tanpa mampu mengelak, berargumen, berdalih, menutupi, karena bahkan anggota tubuh kita akan bercerita, mengurutkan apa saja yang harus kita tanggung dan apa yang layak kita peroleh. Siapkah bunda? Menjemput akhir yang diridhoi  Allah? Sudahkah kita taat pada apa yang Allah syariatkan?, ataukah kita termasuk yang memilah hukum Allah? Yang mudah kita taati, yang tak sesuai kita “akali”, yang berat kita berujar “belum siap”, yang benar kita anggap “fanatik”, dan yang berjuang istiqomah dalam universitas kehidupan ini kita labeli ”radikal”(tampar pipi sendiri). MasyaAllah, semoga mommies kece seindonesia selalu berproses menuju taat dan istiqomah meraih ridho Allah tanpa tebang pilih.
Siapa yang tak ingin wajah yang selalu muda, energi yangselalu terbarukan (pertamina banget ya) ,penghasilan yang selalu mengalir, ikatan kasih sayang terjalin selamanya, forever and ever, forever and more, ever after deh pokoknya mah, beberapa kali iri ketika berpapasan dengan “pasangan senior” dari beragam latar belakang, selalu terukir doa bersama, semoga kelak mampu tetap beriringan hingga super senior. Mengingat tujuan rumah tangga kami adalah bersama berkumpul kelak di jannah nya adalah tujuan yang super abadi (hohoho) maka insyaAllah disanalah tempat sepenuhnya beristirahat, bukan kematian akhir dari perjalanan kehidupan, justru kematian adalah awal dari perjalanan panjang. Maka benarlah berita Rasulullah, muslim yang paling cerdas adalah ia yang memikirkan bagaimanakah kelak keadaannya di akhirat, juga bahwa dunia ini adalah tempat persinggahan sesaat bagaikan seseorang yang mencelup ujung jarinya kedalam air. Sungguh benar-benar sekejap. Maka abadinya cinta kami adalah ketika kelak berkumpul kembali disurga, Aamiin ya Rabb.
Suami tercinta bukan tipe romantis yang syahdu memilah kata, apalagi merdu bersenandung (diminta nyanyi aja udah salting), padahal katanya dulu  beliau anak band, alhamdulillah insyaf yah ciiin. Namun tentu tiap suami menyanyangi istrinya dengan cara mereka sendiri, yang mungkin sebagian sulit ditangkap wanita yang sering mengaku kurang diperhatikan (hihihi). Padahal ternyata nih ibu-ibu, Rasulullah mengatakan bahwa jika saja beliau dapat memerintahkan manusia untuk bersujud pada manusia lain, maka beliau akan memerintahkan seorang istri bersujud pada suaminya dikarenakan banyaknya kebaikan yang terdapat pada seorang suami, masyaAllah, begitu mulia posisi suami. Bahkan dikabarkan ketika seorang wanita di dunia tidak memperlakukan suaminya dengan baik maka wanita surga akan mencemooh wanita dunia, bahwa nanti para wanita surga itu akan memperlakukan suami tersebut dengan keadaan yang jauh lebih baik. Sungguh mulia aturan Islam, suami diwajibkan menafkahi dan menyayangi istri lahir batin, sementara istri diperintahkan untuk mematuhi suaminya selama tidak menyuruh menyekutukan Allah dan perbuatan melanggar syariat. Situasi yang pas dengan fitrah manusia, menyenangkan dan menenangkan. So, buat yang belum nikah wajib nih belajar apa saja kewajiban dan hak sebagai suami atau istri, agar tidak timpang dalam berumah tangga (saya pun masih haruus banyak belajar).
Dalam perjalanan puluhan tahun pernikahan saya (hihihi, tua amat kesan nya yah), tentu suasana rumah tangga melalui beragam musim, aneka fase, tangga ujian, dan beragam pe er. Salah satunya menjaga suasana romantis inih (suiit suiit), kali ini diajak kembali menulis surat cinta (hahay). Jaman jahiliyyah dulu mah kayaknya saya beberapa kali nulis surat cinta buat doi, jaman beranak sekian ini, paling pol lewat sms, atau telpon “penting” untuk mengenag masa LDR (ehm,ehm). Karena ternyata sis, sms romantis, telpon “penting” sekedar bilang “mmmmmwwwwhhh” dapat menghangatkan aura romantis dalam hubungan suami istri (utamanya pasangan dekade macam kita orang, hehe), apalagi surat cinta. Wahhhh, pasti seru yak, agar senantiasa menjaga keutuhan rumah tangga, menghindari hal yang Allah benci dan tentunya kelak diridhoi Allah. Karena keabadian cinta kita tak semata terhenti di dunia, tapi kita petik bersama di akhirat. Bisa jadi, if we’re in luck, dapet bonus stages, deep hug dan sweet kisses from beloved husband (ciee..ciee), atau penasaran dengan bonus lainnya?. Jadi, bunda, cobalah menulis surat cinta dalam media apapun untuk suami tercinta ^^.


No comments:

Post a Comment

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik