Saturday, 30 July 2016

are you still sexy?

Are you still sexy?
Eaaaa, rada-rada gimana gitu ya pertanyaannya. Ga nge’hits banget ya dengan isu saat ini?, ada viral macam awkar*n, kabar bongkar pasang mentri, kudeta gagal dan maraknya teror di luar negeri, en so on, en so on. Eiitsss, tapi jangan salah yahh.. ternyata isu ini sedang (dan sepertinya akan selalu) hangat menjadi perbincangan wanita. Dimulai dengan perbincangan ringan seputar kosmetik apa yang biasa dipakai, merk apa yang nyaman dan aman, jenis apa yang hasil nya lebih tokcer, trik “no make up” make up (hihihi, little tricky deh denger dempulan jenis inih), pokoknya jika topik ini dimulai, probabilitas untuk muncul ratusan chat akan sangat tinggi (ngaku nggak sis?). ini baru lah make up, yang derivatnya dimulai dari toner, moisturizer, sabun wajah, sampo hingga maskara. Belum lagi jika masuk topik pakaian, wahh.. chat akan menjadi sangat beracun (saran saya, simpen atm anda. Keluarkan jika diperlukan ;), aneka merk hijab bermunculan, jenis kain dan warna tampil menggiurkan.

Tidak dipungkiri, topik ini menyenangkan bagi kaum hawa, dari berbagai kalangan, profesional, pekerja lepas, ibu domestik, aktivis dakwah, pun aktivis pecinta alam (tengok saja program tipi yang host nya petualang perempuan, dan mereka teteup tampil dengan kuku terawat #ehh, apa coba). Entah produk yang dibincangkan itu akan dibeli saat itu juga, dibeli nanti, atau hanya menjadi referensi saja, itu tidak masalah, hembusan hormon dopamin cukup membuat mata wanita menjadi berbinar (tunjuk hidung sendiri). Komentar-komentar panjang, pendek, centil dan juga heboh akan menghiasi chat mengenai topik ini. Well, cukup lah untuk membuat wanita penasaran kemudian tertarik mengenal lebih dekat bahkan ingin mencoba produk yang mungkin baru saja ia dengar di percakapan tersebut. Whoooa, what amazing bukan?, bayangkan jika seruan menjauhi kemungkaran mendapat sambutan sehangat efek percakapan ini? (bisa jadi pengorbanan di jalan dakwah tak lagi terasa semanis sekarang ;).

Are you still sexy in operating room?” , adalah pertanyaan kapten Yoo Si Jin kepada dokter bedah impiannya. Its drama, yes it is. Scene yang mungkin tidak terjadi di dunia nyata, atau mungkin scene yang terinspirasi dari dunia nyata. Begitu banyak scene film dari berbagai genre yang begitu mirip dengan realita kehidupan kita sehari-hari bukan?. Aiih, asal jangan kebalik-balik yah.. hohoho, dont make your life like drama. Poinnya, bahwa yang menarik bagi pria ini adalah kemampuan sang dokter, tak semata fisiknya. Banyak artikel yang mengupas bahwa benar pria senang memandang fisik yang menawan, namun untuk dijadikan teman hidupnya, its not only beauty dear!. Kemampuan saling memahami, mendukung pria, mengelola kehidupan rumah tangga, termasuk mengelola keuangan. Bukankah tidak semua pria berkenan membelikan minuman pencerah senilai jutaan rupiah untuk membuat kulit bersinar yang setara dengan uang belanja sekian hari bukan? #sila abaikan bagian ini jika pasangan anda tidak mempermasalahkan nya ya sis ;).

Bagi professional mommy (wannabe) semacam saya, untuk memulas bedak di pagi hari sungguh memerlukan persiapan jauuh sebelum adzan subuh #tsaaahh. Sepertinya bedak adalah urusan kesekian jika ternyata prioritas pagi hari adalah memastikan semua jagoan siap berangkat jam 7.15 dengan perut berisi, rambut rapi, tubuh wangi, pakaian dan sepatu licin, serta memastikan adik bayi sarapan dengan menu nya sendiri. Well, bisakah kita geser sedikit tuning sexy kita pada wanita yang gelung rambutnya diatas leher, dimana sesekali peluh mengalun anggun dari dahi nya, yang mungkin ia sering kali terlupa untuk menyekanya. Bukan kah wanita yang menyingsing daster atau celana pop saat mencuci, mengepel pun tak kalah menggoda? ;D . Adakah yang tidak sepakat jika wanita dengan perut balon berisi malaikat kecil adalah wanita yang membuat pasangan nya terpana?. Tidakkah gadis yang sibuk menyelesaikan tugas kuliah serta memecahkan soal kimia adalah gadis yang membuat mata jejaka tak bergeming?. Bukankah aroma masakan wanita yang menggelitik akan menambah pesona nya? (note, hanya aroma yah.. rasa belum dijamin). Ya, apapun kemampuanmu, you’ve got your own glows dear!. Tak sekedar kulit cerah bersinar, rambut lurus nan wangi, wajah bebas keriput, perut bebas scars, nope!. Its brain, behaviour, then beauty comes within.

Lelaki yang mempermasalahkan fisik atau hanya melirik fisik semata?, saya menjamin, dia tidak cukup keren untuk menjadi pendamping anda ;). Ya, karena yang bersinar akan meredup tak peduli berapa karton minuman pencerah yang kita habiskan, yang kencang akan keriput, akan rontok, akan menua, seiring berjalannya waktu. Apakah lelaki sejati, hanya semata mementingkan fisikmu?. Saya yakin jawabannya tidak. Betul bahwa Rasulullah memasukkan kriteria kecantikan ketika memilih istri, namun tetap, yang beruntung adalah yang mendapat istri yang kebaikan agama pada dirinya bersinar lebih terang dibanding kulitnya. Maka apakah Beliau menikahi seorang wanita hanya karena ia lebih cantik dari istri beliau yang lain?, big no. Jadi mungkin ada bisa bertanya pada lelaki yang semata memilih istri berikutnya dengan pertimbangan lebih gress dibanding istri sebelumnya ;D (hohoho, ini mah ngajakin perang yah? #piss yah bapak-bapak). Jika mendapat pasangan dengan fisik menawan nan cerdas kemampuan agamanya?, masyaAllah, semoga Allah memberkahi kehidupan kita.


So girls, yakin lah, cantik itu, tak mesti kinclong. Sexy itu tak mesti mengumbar aurat. Pasangan sejati itu tak hanya di dapat dengan modal penampilan fisik kita semata. Tingkatkan kemampuan, terus timba ilmu agama dimana saja, amalkan dengan sekuat tenaga, ajak orang lain untuk turut serta mengamalkannya, maka kita akan bersinar!. Jangan lupa, tetap rawat diri dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan baik yawww ;).

No comments:

Post a Comment

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik