Sunday, 27 November 2016

Belajar menjadi manajer Keluarga Handal


Ummun wa Rabbatul Bait, ibu dan pengatur rumah tangga. Lihatlah betapa Islam begitu sempurna menyiapkan profesi terbaik bagi seorang wanita yang Insya Allah akan menghantarkan dirinya ke surga, bahkan sebelum menginjakkan kakinya di surga, penduduk surga pun iri padanya. Masya Allah, begitu mulia peran wanita dalam Islam. Khas dan sesuai dengan fitrah penciptaan wanita. Maka menjadi miris dan berita sedih jika seorang wanita enggan menjadi ibu. Pun sedih jika seorang wanita melupakan perannya sebagai wanita pengatur rumah tangga. Menjadi berlipat kesedihan jika wanita dipaksa -oleh sistem yang sejatinya melindungi hak dan fitrah wanita- mengesampingkan peran utamanya sebagai ibu. Ini sebaik-baik pengingat bagi diri saya sendiri yang jauh dari sempurna, bahwa saya ingin berproses menjadi wanita dan istri sholihah yang tunduk pada syariat Pemilik alam, berjuang menjadi ibu terbaik yang menghantarkan anak-anak menjadi pejuang Islam di masa kebangkitannya kelak. 

Bagian dari proses ini adalah terus menerus melakukan muhasabah diri, koreksi jujur akan kekurangan-kekurangan dan jauh nya tertinggal dari target yang diharapkan. Pada Allah, Rabb Pengatur Alam semesta, saya memohon kemudahan serta petunjuk untuk selalu berada dalam ketaatan pada syariat Nya di setiap peran kehidupan yang saya jalankan.

Kali ini, saya mecoba membuat aktivitas yang lebih rinci dari kegiatan sehari-hari untuk memudahkan pencapaian target check list ibu sholihah, serta mengawasi jalannya desain pembelajaran yang saya buat, agar berjalan pada kandang waktu yang saya rencanakan. Konsisten dengan check list, merunut desain pembelajaran, serta disiplin dengan jadwal harian tentu sangat sulit bagi saya yang memiliki banyak aktivitas yang tak terduga (mungkin bagi mommies juga yaaa J ). seperti karyawan yang tiba-tiba tidak dapat masuk, saudara yang meminta bantuan, agenda dakwah yang tergeser, anak-anak yang sakit, perjalanan menemani suami, yang bisa menghabiskan waktu seminggu, hingga saya terlupa dari aktivitas dinamis untuk menambah jam terbang skill pribadi. 

Bismillah, bersama bunda-bunda lain saya pun ingin berjuang, memperbaiki jadwal sehari-hari, memacu disiplin, serta meningkatkan kemampuan diri. Hiks,hiks, mungkin jauh tertinggal dari bunda-bunda hebat yang telah terbukti dapat menjalankan semua aktivitas dengan jadwal yang rapi serta dapat menyeimbangkan kewajiban-kewajiban utama dengan hal-hal prioritas lainnya.

Tiga aktivitas yang paling penting menurut saya adalah :

1.       Beribadah, habblum min Allah(sholat,puasa,zakat,tilawah, dll), habblum minnan nass(dakwah amal ma’ruf nahi munkar, silah ukhuwah), habblum minnan nafs (makan dan berpakaian sesuai syariat, muhasabah diri).
2.       Aktivitas ummun wa rabbatul bait, mengatur urusan rumah tangga (makan,minum, pakaian, keuangan, kesehatan,dll) ,mengelola pengasuhan dan pendidikan anak.
3.       Meningkatkan jam terbang pada passion yang disukai, menulis, membaca, menjahit, mengurus usaha.

Tiga aktivitas yang paling tidak penting menurut saya adalah :

1.       Baca status sosial media dan cuci mata di market place yang menarik tapi tidak tertarik.
2.       Menonton film (hiks.. i love this acctually).
3.       Jalan-jalan tanpa muatan pendidikan dan dakwah.

Selama ini, waktu saya sudah dihabiskan untuk aktivitas yang penting kah? Atau tidak penting?. Hiks.. pertanyaan yang menyedihkan bagi saya, karena jujur saya merasa sudah menggunakan waktu untuk aktivitas utama yakni mengurus rumah tangga, tapi ternyata saya terlupa untuk meningkatkan kualitas diri. Layaknya kebanyakan ibu-ibu, saya merasa pekerjaan rumah tangga tak kunjung usai, tapi alhamdulillah selalu menyuntikkan keikhlasan bahwa aktivitas saya adalah aktivitas yang insyaAllah menghantarkan pada ridho Allah. 

Walaupun mungkin ada yang menilai, aktivitas rumahan adalah aktivitas yang sepele, remeh, tidak produktif, tapi bagi saya itulah jalan tol untuk menuju surga. Aamiin. Menyenangkan belajar tentang pengelolaan keluarga kali ini, dimana saya diminta melihat kembali tujuan saya belajar dan sejauh mana proses perjalanan saya. Semoga dengan menentukan tiga aktivitas penting ini, seluruh aktivitas saya mengarah pada aktivitas penting dan menghindari godaan aktivitas yang tidak penting dengan marka jalan jadwal harian ummi tangguh dan jadwal aktivitas dinamis untuk peran strategis ibu ideologis.

JADWAL HARIAN UMMI TANGGUH

Kandang waktu
Aktivitas rutin
Evaluasi
04.00 – 04.30
Perkuat ruhiyyah


Tahajjud


Tilawah


Tahfizh


Sahur




04.30 – 05.30
Streching ringan


Mengurus loundry


Sholat subuh




05.30 – 06.30
Memasak


Menyiapkan anak-anak


Berberes rumah dan halaman




06.30 – 07.30
Sarapan


Menyiapkan keberangkatan anak-anak dan suami


Menyiapkan hana


Berberes rumah




07.30 – 08.00
Cicil menu makan siang


Sholat Dhuha



JADWAL AKTIVITAS DINAMIS UNTUK PERAN STRATEGIS IBU IDEOLOGIS
Kandang waktu
Aktivitas Dinamis
Evaluasi
08.00 – 11.00
Membaca buku kurikulum Pendidikan anak, perkembangan anak


Observasi perkembangan Hana dengan bermain


Talqin bacaan sholat dan juz amma untuk Hafizh


Halaqoh Rutin ibu-ibu komplek


Menidurkan Hana




11.00 – 12.00
Menyiapkan makan siang


Murojaah


Cek WA Grup maksimal 30 menit




12.00 – 14.00
Sholat Dzuhur


Menulis, mengerjakan tugas belajar


Menemani Hana dan Hafizh




14.00 – 16.00
Menyambut kepulangan suami dan anak-anak


Istirahat siang


Sholat Ashar




16.00 – 17.00
Silah ukhuwah


Mencicil project jahit


Menemani murojaah anak-anak


Mengurus jemuran




17.00 – 18.30
 Menyiapkan makan malam




18.30 – 20.00
Sholat maghrib


Makan malam


Menemani murojaah & belajar anak-anak


Sholat Isya


Berberes rumah




20.00 – 21.00
Talqin hafalan hadist


Melipat pakaian


Membacakan buku


Persiapan tidur


Cek WA grup maksimal 30 menit


Aktivitas dadakan yang berpotensi mempengaruhi terlaksananya jadwal aktivitas harian adalah :

1.       Perjalanan ke Banjarmasin, baik silaturrahim atau urusan keluarga, perjalanan usaha, atau perjalanan rihlah bersama anak-anak diagendakan untuk diisi dengan murojaah hafalan al-Qur’an dan Hadist, bercerita tentang teman-teman anak-anak, quality time dengan suami, membaca buku atau artikel bermanfaat saat menunggu, menyiapkan materi permainan yang sesuai dengan target perkembangan anak.

2.       Agenda dakwah dan agenda perawatan diri,diatur dengan berusaha menyiapkan materi permainan dan sholih kids to do list yang akan disupervisi oleh suami atau pengasuh anak-anak 

Sunday, 20 November 2016

Bunda Sholihah Belajar cara belajar


Mendpatkan materi learn how to learn semakin mengerucutkan strategi belajar dan memudahkan menularkan semangat belajar kepada orang lain. Membaca chat teman-teman yang sedikit perlu ikat kepala untuk memahami materi ini sedikit banyak mempengaruhi persepsi saya pribadi. Benarlah bahwa atmosfer lingkungan memberi pengaruh besar bagi perasaan, pemikiran dan sikap yang mungkin kita pilih. Atmosfer lingkungan yang positif dapat membangkitkan semangat kita untuk turut berkiprah dalam kebaikan, sebaliknya suasana lingkungan pun dapat membuat kita ragu, berfikir ulang, menimbang-nimbang bahkan dapat terseret pada kondisi negatif. Lihat saja bursa efek, kondisi politik dan isu-isu sensitif di suatu negara cukup mempengaruhi nilai saham bukan? Padahal sejatinya roda penggerak ekonomi kita adalah sektor riil bukan? (hehehe, jauh amat ke bursa saham). Maka bundas, peradaban yang kita bangun dari rumah membutuhkan suasana yang kondusif, lingkungan yang positif, perlindungan penguasa akan hak-hak keluarga, penjagaan oleh negara akan fitrah manusia seorang ibu, seorang anak, bahkan suami, serta membutuhkan regulasi yang memacu peradaban rumah kita menjadi insan terbaik dunia dan akhirat.

Back to belajar cara belajar, kesempatan saya untuk memahami tugas ini berkejaran dengan kewajiban rumah tangga serta checklist ibu sholihah yang saya upayakan untuk konsisten di dalam nya (jazakallah untuk suami tercinta yang turut membantu perbaikan diri ^^), entah seperti tertular bunda lain, mendadak beberapa kegiatan muncul di agenda yang menghambat proses mencerna tugas (halah, alesan yaaa). Alhamdulillah Allah berikan kesempatan sore ini saat kakak atta mengajak dede hana jalan-jalan, maka saya dapat mengetik dengan lapang. Ketika diminta membuat design pembelajaran, maka keingintahuan mulai muncul dengan arahan kata tanya, apakah itu desain pembelajaran, bagaimanakah membuatnya, dimana saya bisa menemukan yang cocok untuk saya dan keluarga nantinya, mengapa saya perlu desain pembelajaran. Sungguh membantu, ketika saya diminta suami untuk membuat kurikulum pendidikan anak usia dini, maka desain pembelajaran ini bagai petunjuk pertama yang menghantarkan pada pintu berikutnya.

Saat ini saya akan membuat desain pembelajaran untuk diri saya sendiri, ya, pilot project a.k.a kelinci percobaannya adalah saya. Ketika layak pada sesi pertama, insyaAllah saya akan percaya diri membuat desain pembelajaran untuk keempat putra-putri dirumah (waaaa.... lancarkan niatan hamba ya Rabb). Selain itu, hasil mengupas tema desain pembelajaran ini, ternyata sebelum membuatnya diperlukan data-data awal yang insyaAllah telah terkupas sedikit di tulisan-tulisan minggu lalu. Hehehe, jika membuat desain untuk anak-anak kudu mencari data baru deh. Dalam pola ADDIE, tahapan pertama sebelum menyusun desain pembelajaran adalah melakukan analisis, yakni mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh pembelajar, which is terjawab dalam tulisan universitas kehidupan, ya saya akan mempelajari ilmu pendidikan anak dan pengelolaan rumah tangga. Kemudian mengidentifikasi masalah yang terkupas ketika merunut kebutuhan-kebutuhan apa yang diperlukan dalam membersamai anak-anak, keahlian apa yang saya perlukan sebagai istri, serta alat apa yang dapat memuluskan saya menjalani peran sebagai agent of change di masyarakat. Tahap ketiga melakukan analisis tugas, yang insyaAllah terjabar dalam checklist ibu sholihah. Dengan model analisis awal seperti ini nantinya saya bertekad akan membuat analisis tersendiri untuk anak-anak sebelum membuat desain pembelajaran mereka.

Setelah menyelesaikan tahap analisis (dalam kondisi ini, saya memolesnya dari catatan terdahulu ), maka masuklah tahap pembuatan desain pembelajaran, yakni membuat pola, sketsa, outline, atau rencana pendahuluan dalam proses belajar kita nantinya. Dalam menyusun desain pembelajaran maka saya perlu merumuskan tujuan pembelajaran, memilih metode dan media belajar yang kira-kira akan memudahkan saya untuk menyerap ilmu (secara, emak-emak gini, ga zaman keles duduk manis #baca: ga mungkin duduk manis), memilah sumber-sumber belajar  yang relevan (alhamdulillah, sudah pula sebagian terkumpul saat membulatkan niat kembali ngubek buku pendidikan anak), merancang lingkungan tempat saya mengakses sumber belajar,cuss, dilaksanakan deh desain belajarnya, kemudia siap untuk dievaluasi di akhir periode pembelajaran pertama, apakah desain pembelajaran yang saya buat dapat membuat belajar menjadi mudah dan menyenangkan. Jika ya, maka tentu akan mudah mengaplikasikannya untuk anak-anak serta menularkannya pada ibu-ibu lain.
 


DESAIN PEMBELAJARAN ala Fratiwi Rachmaningtyas

LEMBAGA : UNIVERSITAS KEHIDUPAN
JURUSAN : ILMU PENDIDIKAN ANAK DAN PENGELOLAAN RUMAH TANGGA
MATA KULIAH : ILMU PENGASUHAN ANAK (BUNDA SAYANG)
KELAS / SEMESTER : NOL KILOMETER / I DESEMBER 2016- MEI 2017
ALOKASI WAKTU : 10 JAM PERHARI hingga tak terhingga

A. TUJUAN PEMBELAJARAN : Menjadi ibu yang mampu mendidik anak sesuai syariat Islam sehingga mampu menyiapkan generasi pejuang Islam yang sholih dan tangguh.  
                STANDAR KOMPETENSI : Mendidik sesuai syariat Islam
                KOMPETENSI DASAR :
1.       Mampu menerapkan pendidikan berlandaskan akidah Islam
2.       Mampu merumuskan pendidikan berbasis firah
3.       Mampu membuat standar periode pendidikan berdasarkan Psikologi Perkembangan Anak
INDIKATOR :
1.       Mengetahui pendidikan berlandaskan akidah Islam, pendidikan berbasis fitrah
2.       Dapat mempraktekkan teori pendidikan dalam pengasuhan anak sehari-hari
3.       Dapat membuat kolom perkembangan anak secara sederhana
4.       Mampu menjelaskan konsep pendidikan berlandaskan akidah Islam dan pendidikan berbasis fitrah

B. ANALISIS PEMBELAJARAN (BAHAN AJAR) : Pendidikan berlandaskan akidah Islam, Pendidikan berbasis Fitrah, Pendidikan dalam Psikologi Perkembangan Anak.

C. PENILAIAN KEMAMPUAN AWAL : mengetahui secara umum gambaran pendidikan berlandaskan akidah Islam, berbasis fitrah, memiliki checklist perkembangan anak meski belum terstruktur

D. STRATEGI PEMBELAJARAN :
1.       Membaca buku pendukung
2.       Menyimak video pengasuhan anak
3.       Mengikuti diskusi online grup yang relevan dengan ilmu pendidikan anak
4.       Mengobservasi perkembangan dan perjalanan pendidikan anak
5.       Mengikuti seminar atau pelatihan jika ada
6.       Mempraktekkan dalam keseharian pengasuhan anak

E. PENGELOLAAN KELAS : belajar dapat dilakukan online maupun offline

F. PEMBAGIAN WAKTU :
1.       Membaca buku : 30 menit perhari
2.       Menyimak video : seminggu 3 * 30 menit
3.       Diskusi online (memilah share yang berkaitan dengan pendidikan anak) : 30 menit perhari
4.       Observasi : kesiaapan anak belajar sesudah Maghrib, sesudah Ashar, sesudah Subuh dan waktu-waktu bersama ananda
5.       Praktek : sepanjang waktu bersama ananda

G. MEDIA BELAJAR :
1.       Buku-buku
2.       Grup WhatsApp
3.       You tube
4.       Google

H. EVALUASI :
1.       Penilaian suami apakah mampu menjelaskan konsep pendidikan berbasis akidah islam dan fitrah
2.       Apakah hasil print out standar pendidikan anak berdasarkan Psikologi Perkembangan sudah relevan
3.       Penilaian suami terhadap laporan perkembangan pendidikan dan pengasuhan anak serta keseharian ibu
4.       Apakah manajemen waktu belajar dan pengurusan rumah tangga serta aktivitas lain sudah dikelola dengan baik

I. ANALISIS UMPAN BALIK :

Berupa laporan kegiatan proses pembelajaran, apakah terdapat kelemahan dalam desain pembelajaran ini, apakah  desain pembelajaran ini sudah mampu menghantarkan pada tercapainya tujuan pembelajaran. Jika diperlukan dapat dilakukan modifikasi atau pengembangan desain.

Saturday, 12 November 2016

[Enter Post Title Here]


Berani bermimpi dan konsisten melangkah

Setelah beberapa pekan yang lalu menyusun check lish ibu sholihah, kemudian minggu kemarin mampu menuliskan kelebihan diri sendiri dan mengapa saya berada di keluarga ini, dikaruniai anak-anak yang istimewa sedikit demi sedikit semakin memperjelas mengapa kita berada disini. Disertai keyakinan bahwasanya saya diciptakan untuk beribadah, berjalan dengan sayriatnya disetiap episode kehidupan dan bercita-cita memperjuangkan kembalinya kehidupan islam yang rahmatan lil alamin. Checklist ibu sholihah dan pemahaman akan keberadaan diri membantu saya untuk terus berjalan sesuai fitrah Rabb pencipta semesta.

Apa yang paling ingin saya kuasai dimuka bumi ini tetaplah ilmu pendidikan anak serta pengelolaan rumah tangga. Saya ingin sekali menjadi ibu terbaik bagi anak-anak saya dan berupaya menghantarkan anak-anak menjadi generasi terbaik untuk kebangkitan peradaban Islam. Menariknya, dengan merunut check list ibu sholihah versi saya, kabar baiknya, ternyata saya masih dapat melakukan hobi yang saya suka,menggeluti dunia fashion dan jahit-menjahit. Terima kasih kepada teman-teman ibu profesional yang berbagi manajemen waktu. Bagaimana dengan checklist yang beberapa waktu lalu saya buat?, ternyata evaluasi adalah hal yang penting. Memilah aktivitas mana yang ternyata tidak dapat dengan konsisten saya lakukan. Serta kembali mengingatkan mimpi yang harus saya perjuangkan bersama keluarga. Latihan untuk selalu konsisten dengan checklist ternyata begitu menantang, hehehe. Perlu mendisiplinkan diri sendiri dan mengenali kondisi-kondisi yang berpotensi membuat kita out of track (semangat untuk diri saya sendiri#tepuk pipi).

Apa mimpi saya?, saya ingin menguasai bidang pendidikan anak dan pengelolaan rumah tangga dengan terus mengaitkan aktivitas sehari-hari dalam pengasuhan anak dengan ilmu-ilmu yang saya pelajari. Belajar mengoptimalkan pengelolaan rumah tangga dengan panduan bunda cekatan. Selain menguasai ilmu –ilmu tadi, saya pun ingin mengasah kemampuan menjahit saya dengan menambah jam terbang (hiks,hiks ingin sekali konsisten dalam mimpi ini). Bismillah, saya merumuskan misi saya adalah menjadi ibu yang menyiapkan generasi pejuang islam untuk era kebangkitan Islam kelak. Maka untuk mewujudkan misi saya, saya akan terus mempelajari dengan sungguh-sungguh ilmu pendidikan anak serta pengelolaan rumah tangga. Disamping itu untuk meningkatkan potensi diri saya sendiri, saya juga akan menambah jam terbang dalam dunia menjahit dengan konsisten menghasilkan karya. Peran yang saya inginkan adalah menjadi wanita sholihah sebagaimana fitrah seorang wanita dalam islam dalam aktivitas apapun ia berlakon. Sejak bertahun yang lalu, kini, serta tahun-tahun ke depan saya berperan sebagai agent of change peradaban, mencerdaskan ummat, utamanya kaum wanita, untuk menyadari apa tujuan penciptaan dirinya didunia, mengajak berfikir secara luas dan politis untuk menyadari dan mengambil langkah dalam perubahan diri, keluarga dan dunia.

Untuk memandu mimpi saya, saya ingin membuat milestone yang beriringan dengan check list ibu sholihah. Ya Rabb, bantulah hamba untuk menetapi langkah kecil ini demi perubahan besar bagi dunia, aamiin. Bundas semua pun dapat membuat milestone dan membuat checklist jangka panjang untuk membantu kita mewujudkan mimpi-mimpi kita.
  1. Nol kilometer di akhir tahun 2016-2017 adalah berjuang untuk disiplin dan terus konsisten dengan check list ibu sholihah, melakukan evaluasi dan melakukan perubahan-perubahan pada point yang dianggap perlu untuk menyelaraskan dengan mimpi. Menguatkan ilmu pendidikan anak.
  2. Second kilometer di akhir tahun 2017-2018 adalah seimbang antara kehidupan rumah tangga, pengelolaan usaha dan mengasah hobi. Menguatkan ilmu dan aplikasi pengelolaan rumah tangga.
  3. Third kilometer di akhir tahun 2018-2019 adalah mempelajari pembuatan laporan keuangan yang profesional untuk rumah tangga, usaha dan hobi. Menguatkan ilmu manajemen dan ekonomi sederhana.
  4. Fourthkilometer di akhir tahun 2019-2020 adalah dapat menguasai ketiga ilmu di tahun pertama hingga ketiga dengan baik sehingga dapat menjadi kepribadian dalam diri dan keluarga sehingga mampu menjadi teladan dan inspirasi bagi keluarga lain dan berkontribusi positif bagi perjuangan terwujudnya peradaban islam yang mulia.


Saturday, 5 November 2016

Kita, hadiah spesial untuk dunia


Pernahkah bunda bertanya-tanya apa tujuan kita diciptakan di dunia?, atau mungkin bunda sudah mengetahui apakah hakikat keberadaan diri kita di dunia ini? (salut), hayuk berbagi di komentar ya bun sholihah. Bagi bundas yang masih wondering mengapa kita bisa berada disini, kok bukan di planet mars, kok bukan di keluarga A, kok bukan di negara A? dan seterusnya. Mungkin bisa menjawabnya bersama saya, jawaban mendasar yang saya fahami adalah tujuan penciptaan manusia yang telah disampaikan Allah, bahwa kita diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada Allah. Sederhana bukan?, begitu cintanya Allah kepada makhlukNya, kitapun ditunjukkan bagaimana caranya hidup dan menghidupkan dunia. Untuk beribadah, menyembah Allah, bukan yang lain, hanya menjadi hamba Allah. Menjadi hamba dapat bermakna kita taat sepenuhnya pada Dzat yang kita sembah. Maka sudah selayaknya kita menjadi hamba yang apa adanya, sebagaimana kita diciptakan, taat pada petunjuknya dalam berkeyakinan, bahwa hanya Allah saja satu Tuhan pencipta dan pengatur alam semesta. Taat pada perintahnya bahwa di seluruh aktivitas kita, menjadi istri adalah seperti yang Allah perintahkan, menjadi ibu adalah sebagaimana yang Rasulullah ajarkan, bertetangga tidak saling menyakiti, tidak menyebar aib tetangga, berbuat baik pada tetangga tanpa memandang ia muslim atau kafir, menuntut ilmu sebagaimana yang diperintahkan dalam Islam, melakukan jual beli baik tunai maupun kredit sesuai dengan akad-akad yang di kabarkan Rasulullah, memilih pemimpin dan menerapkan sistem pemerintahan apa adanya sebagaimana diperintahkan Allah dan diteladankan Rasulullah serta para sahabat. Menakjubkan bukan?, mulai dari lingkup bernegara, mengatur hubungan negara dengan negara lain, mengatur sistem ekonomi dunia, mengatur peran negara dalam melayani rakyatnya (jangan dibalik ya? #upss), panduan dalam menuntut ilmu, panduan menjadi suami, istri serta keluarga yang dirindu surga, petunjuk mendidik anak-anak, tutorial menutup aurat, standar konsumsi, menjaga kebersihan dan kesehatan, semua sdh Allah berikan sebagai pemisah bagi ummatNya, petunjuk yang memisahkan mana yang bathil mana yang haq. Tentunya sewajarnya kita pun menjadi seperti yang Rabb kita gariskan, taat tanpa tapi. Apap pun peran kita di bumi ini, taatlah, sebagaimana yang Allah inginkan, ikutilah petunjuknya.
Setelah memaknai hakikat penciptaan, saya mencoba melihat mengapa anak-anak menakjubkan yang ada dirumah ini dititipkan tumbuh dan berkembang di rahim saya (aihh, jadi pengen hamil lagih, semoga yang pengen hamil juga cepet isi yah). Mengapa kakak faqih yang tangguh, berani, kreatif, pandai bernegosiasi untuk mencapai tujuannya, anak yang tak mudah menyerah, serta memiliki daya tahan yang tangguh ini hadir dalam keluarga kami. Benar-benar menumbuhkan semangat belajar menjadi ibu tangguh deh kakak faqih ini mah. Mengapa Allah titipkan kakak atta yang begitu menyenangkan, penuh kasih sayang, kreatif, komunikatif, supel, menghormati orang tua, serta berpotensi menjadi koordinator yang handal ini dititipkan pada saya. Mengapa kakak hafizh yang berani dan dipenuhi rasa ingin tahu yang tinggi serta keinginan yang kuat untuk belajar menjadi hadiah spesial di keluarga kami. Mengapa hana yang energinya sudah seperti baterai alkaline (hehehe), pengamat ulung yang penuh rasa ingin tahu serta punya keinginan yang kuat untuk belajar ini menjadi gadis cilik pertama di keluarga. Hmmm... pernah kah mommies membuat daftar potensi ananda, kemudian bertanya mengapa kah anak-anak surga ini hadir dirumah kita.
Well, maka saya berupaya menemukan jawabannya kemudian mencocokkan potensi saya dengan potensi anak-anak hingga menemukan rasa syukur yang mendalam, karena Allah sungguh membuat perhitungan yang sempurna dan seimbang, walaupun mungkin sulit untuk kita lihat. Karena kita sering melihat dengan kaca mata satu sama dengan satu. Saya bersyukur anak-anak ini hadir dalam keluarga saya, bisa jadi ketika tidak ada kakak faqih di rumah tangga kami maka saya dan suami tidak termotivasi untuk belajar, yang menutupi potensi menjadi pembelajar yang cepat. bisa jadi ketika tidak ada kakak atta di dunia kami saya melupakan potensi saya untuk selalu peduli sesama bersama kakak Atta. Bisa jadi saat tiada hafizh sebagai hadiah di keluarga kami saya mengubur potensi saya yang ternyata memiliki daya juang yang tinggi. Bisa jadi ketika Allah menitipkan Hana maka saya terus mengasah kemampuan saya mengelola pekerjaan rumah dengan cekatan serta mau mengevaluasi diri (singsing lengan baju, huhah, huhah). Peran mengatur rumah tangga, mendidik dan menyiapkan generasi penakluk pembebas kota Roma tentu perlu energi ekstra, kesabaran tingkat tinggi, doa yang tak terputus serta ikhtiar optimal. Terasa berat, tentu, ada kalanya ketika pemicu stress muncul, maka terasa berat, melelahkan, dan bikin mellow macam drama korea (aiihhh, lama kali tak nonton). Bismillah, dengan dorongan akidah keyakinan bahwa Allah ar Rahman, juga Pengatur yang sempurna, Dia titipkan anak-anak istimewa untuk ibu spesial seperti saya (aamiin) karena kami adalah komposisi yang pas, mungkin saya tak sanggup mendidik si A jika saja ia dihadirkan dirumah kami. Begitu pula sebaliknya, mungkin anda tak mampu mengarahkan pejuang cilik dalam keluarga saya (toss ya bun).
Kita, hadiah spesial untuk keluarga kita, wanita istimewa, ibu terbaik, istri menawan, keluarga teladan, insyaAllah. Akan mengambil peran perubahan pada dunia, mengubah lingkungan keluarga dan masyarakat tempat kita berada. Saya berada dalam keluarga besar yang sebagian terlibat riba, inilah salah satu misi Allah hadirkan keluarga kami di lingkungan keluarga besar, untuk menyeru kembali kepada ketaatan, menggandeng saudara bahwa kita semua harus berada di surga Nya, menuntun tetua bahwa ternyata Allah karuniakan manusia di dunia untuk menjalankan semua hukumNya , tidak semata ibadah dipermukaan, tapi taat secara menyeluruh, dalam berjual beli, sewa menyewa, serta menjalin silaturrahim berdasarkan petunjuk Ilahi.

Pun mewujud sebagai warga negara yang berada dalam kondisi politik yang tercemar kepentingan kerakusan pribadi, jauh dari peran sejati politik, mengatur urusan ummat, memudahkan masyarakat. Keluarga kita hadir dalam kondisi akhir zaman yang telah dikabarkan Rasulullah, menyeru perubahan kepada ummat, menularkan semangat ketangguhan untuk mempertahankan kebenaran, bersama ummat menyemai generasi masa depan politik yang mensejahterakan dunia, rahmatan lil alamin. Kita menjadi keluarga yang melihat jebakan ekonomi ribawi sehingga wajib bagi kita mendakwahkan serta memberi teladan bagaimana kah jual beli kredit sesuai dengan syariat yang akan menumbuhkan keberkahan di lingkungan kita. Keluarga-keluarga kita berada dalam dunia yang disetir segelintir manusia yang haus kekuasaan dan tertipu kesenangan dunia, yang dengan serakah menduduki negeri-negeri tertinggal, mengeruk sumber daya alam kemudian meninggalkan bongkahan cemaran yang melukai bumi. Maka kita berkewajiban untuk mengembalikan dunia yang melindungi dan menjamin keimanan dan kultur positif yang ditanamkan keluarga dan komunitas. Sehingga akan “menciptakan” individu terbaik yang terjaga akhlaknya, melindungi fitrah-fitah kemanusiaan dari “polusi” peradaban. Inilah kita, keluarga kita, hadiah spesial untuk dunia dengan misi-misi spesifik kita.
Mengabadikan cinta
Wuihh, dahsyat kali headline kita kali ini yak moms. Sesuatu yang kita impikan tapi terlihat sulit untuk dicapai. Ya, karena hukum alam, mother nature, sunatullah, tak ada yang abadi, kecuali Pencipta kita.semua makhluk ciptaan Allah akan melalui rangkaian siklus yang berujung pada akhirat. Ingatkah moms, bahwa ada hari dimana kehidupan dunia dan alam semesta akan berakhir. Saat kita berdiri tanpa mampu mengelak, berargumen, berdalih, menutupi, karena bahkan anggota tubuh kita akan bercerita, mengurutkan apa saja yang harus kita tanggung dan apa yang layak kita peroleh. Siapkah bunda? Menjemput akhir yang diridhoi  Allah? Sudahkah kita taat pada apa yang Allah syariatkan?, ataukah kita termasuk yang memilah hukum Allah? Yang mudah kita taati, yang tak sesuai kita “akali”, yang berat kita berujar “belum siap”, yang benar kita anggap “fanatik”, dan yang berjuang istiqomah dalam universitas kehidupan ini kita labeli ”radikal”(tampar pipi sendiri). MasyaAllah, semoga mommies kece seindonesia selalu berproses menuju taat dan istiqomah meraih ridho Allah tanpa tebang pilih.
Siapa yang tak ingin wajah yang selalu muda, energi yangselalu terbarukan (pertamina banget ya) ,penghasilan yang selalu mengalir, ikatan kasih sayang terjalin selamanya, forever and ever, forever and more, ever after deh pokoknya mah, beberapa kali iri ketika berpapasan dengan “pasangan senior” dari beragam latar belakang, selalu terukir doa bersama, semoga kelak mampu tetap beriringan hingga super senior. Mengingat tujuan rumah tangga kami adalah bersama berkumpul kelak di jannah nya adalah tujuan yang super abadi (hohoho) maka insyaAllah disanalah tempat sepenuhnya beristirahat, bukan kematian akhir dari perjalanan kehidupan, justru kematian adalah awal dari perjalanan panjang. Maka benarlah berita Rasulullah, muslim yang paling cerdas adalah ia yang memikirkan bagaimanakah kelak keadaannya di akhirat, juga bahwa dunia ini adalah tempat persinggahan sesaat bagaikan seseorang yang mencelup ujung jarinya kedalam air. Sungguh benar-benar sekejap. Maka abadinya cinta kami adalah ketika kelak berkumpul kembali disurga, Aamiin ya Rabb.
Suami tercinta bukan tipe romantis yang syahdu memilah kata, apalagi merdu bersenandung (diminta nyanyi aja udah salting), padahal katanya dulu  beliau anak band, alhamdulillah insyaf yah ciiin. Namun tentu tiap suami menyanyangi istrinya dengan cara mereka sendiri, yang mungkin sebagian sulit ditangkap wanita yang sering mengaku kurang diperhatikan (hihihi). Padahal ternyata nih ibu-ibu, Rasulullah mengatakan bahwa jika saja beliau dapat memerintahkan manusia untuk bersujud pada manusia lain, maka beliau akan memerintahkan seorang istri bersujud pada suaminya dikarenakan banyaknya kebaikan yang terdapat pada seorang suami, masyaAllah, begitu mulia posisi suami. Bahkan dikabarkan ketika seorang wanita di dunia tidak memperlakukan suaminya dengan baik maka wanita surga akan mencemooh wanita dunia, bahwa nanti para wanita surga itu akan memperlakukan suami tersebut dengan keadaan yang jauh lebih baik. Sungguh mulia aturan Islam, suami diwajibkan menafkahi dan menyayangi istri lahir batin, sementara istri diperintahkan untuk mematuhi suaminya selama tidak menyuruh menyekutukan Allah dan perbuatan melanggar syariat. Situasi yang pas dengan fitrah manusia, menyenangkan dan menenangkan. So, buat yang belum nikah wajib nih belajar apa saja kewajiban dan hak sebagai suami atau istri, agar tidak timpang dalam berumah tangga (saya pun masih haruus banyak belajar).
Dalam perjalanan puluhan tahun pernikahan saya (hihihi, tua amat kesan nya yah), tentu suasana rumah tangga melalui beragam musim, aneka fase, tangga ujian, dan beragam pe er. Salah satunya menjaga suasana romantis inih (suiit suiit), kali ini diajak kembali menulis surat cinta (hahay). Jaman jahiliyyah dulu mah kayaknya saya beberapa kali nulis surat cinta buat doi, jaman beranak sekian ini, paling pol lewat sms, atau telpon “penting” untuk mengenag masa LDR (ehm,ehm). Karena ternyata sis, sms romantis, telpon “penting” sekedar bilang “mmmmmwwwwhhh” dapat menghangatkan aura romantis dalam hubungan suami istri (utamanya pasangan dekade macam kita orang, hehe), apalagi surat cinta. Wahhhh, pasti seru yak, agar senantiasa menjaga keutuhan rumah tangga, menghindari hal yang Allah benci dan tentunya kelak diridhoi Allah. Karena keabadian cinta kita tak semata terhenti di dunia, tapi kita petik bersama di akhirat. Bisa jadi, if we’re in luck, dapet bonus stages, deep hug dan sweet kisses from beloved husband (ciee..ciee), atau penasaran dengan bonus lainnya?. Jadi, bunda, cobalah menulis surat cinta dalam media apapun untuk suami tercinta ^^.


 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik